pada 30 Maret 2026, yayasan tarbiyatul banin mengadakan kegiatan Halal Bi Halal yang diikuti seluruh guru dan karyawan, serta siswa siswi mulai dari RA/KB, MI, MTs, MA, Ponpes dan BLKK Tarbiyatul Banin. kurang lebih dari 2000 peserta memenuhi Indoor MA Tarbiyatul Banin yang baru saja selesai pengerjaannya. meskipun tidak semua peserta bisa menempati lokasi utama ( dibagi di Indoor MA dan Halaman MA ) acara tetap berjalan dengan penuh khidmat dan teratur.

Tujuan utama dari Halal Bi Halal yang diikuti seluruh Unit pendidikan yang ada di Yayasan Tarbiyatul Banin ini adalah untuk menjalin silaturrohim dengan semua civitas akademika yayasan.
Halalbihalal memang terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Halalbihalal sebenarnya berasal dari kata serapan ‘halal’ dengan sisipan ‘bi’ yang berarti ‘dengan’ (bahasa Arab) di antara ‘halal’. Namun, Halalbihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia. Kata Halalbihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.

salah satu pendapat tentang asal usul Halalbihalal berasal dari KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948. KH Wahab merupakan seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama. KH Wahab memperkenalkan istilah Halalbihalal pada Bung Karno sebagai bentuk cara silaturahmi antar-pemimpin politik yang pada saat itu masih memiliki konflik. Atas saran KH Wahab, pada Hari Raya Idul Fitri di tahun 1948, Bung Karno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahim yang diberi judul ‘Halalbihalal.’ Para tokoh politik akhirnya duduk satu meja. Mereka mulai menyusun kekuatan dan persatuan bangsa ke depan. Sejak saat itu, berbagai instansi pemerintah di masa pemerintahan Bung Karno menyelenggarakan halalbihalal. Halalbihalal kemudian diikuti masyarakat Indonesia secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Hingga kini Halalbihalal menjadi tradis di Indonesia.

dalam momen ini, dihadirkan juga seorang penceramah yang juga salah satu alumni pun keluarga Tarbiyatul Banin, yakni DR. KH. Munjahid, M.Ag., All-Hafidz dari Yogyakarta. beliau adalah adik kandung dari KH. Abdul Kafi Al HAfidz, M.Ag, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Tarbiyatul Banin. nostalgia dari Kyai Munjahid diceritakan kepada seluruh peserta sebagai bentuk perjuangan tarbiyatul banin dalam mengembangkan lembaga pendidikanya sampai sekarang ini. adapun beberapa cuplikan dari isi ceramahnya adalah ” menjadi orang yang bejo (beruntung) itu bisa diciptakan. caranya adalah dengan berbakti kepada orang tua, rajin berdo’a, Motivasi yang tinggi, Saling Membantu yang membutuhkan “
Tinggalkan Komentar