Info Sekolah
Selasa, 03 Feb 2026
  • Selamat Datang di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati
  • Selamat Datang di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati
11 Juli 2017

Tugas Ketua Yayasan Pendidikan Islam

Sel, 11 Juli 2017 Dibaca 982x
Tugas ketua yayasan pendidikan terhadap siswa-siswi lebih bersifat strategis, visioner, dan tidak langsung, berbeda dengan peran kepala sekolah yang lebih operasional. Secara umum, ketua yayasan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan berjalan sesuai visi ” TERDEPAN DALAM ILMU, TERPUJI DALAM LAKU “, menyediakan fasilitas yang memadai dan menjaga mutu pendidikan secara keseluruhan.
Berikut adalah rincian tugas ketua yayasan yang berkaitan dengan siswa-siswi:
1. Menentukan visi dan misi pendidikan
  • Merumuskan arah pendidikan: Ketua yayasan merumuskan visi, misi, dan nilai-nilai inti yang akan membentuk karakter serta kualitas lulusan.
  • Menjamin relevansi kurikulum: Memastikan kurikulum yang diterapkan tidak hanya relevan dengan kebutuhan akademik, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai yang dianut yayasan. 
2. Pengelolaan sumber daya
  • Penyediaan fasilitas: Memastikan adanya fasilitas yang layak dan memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, seperti gedung, laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga.
  • Pengelolaan keuangan: Bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan yayasan, termasuk pendanaan untuk program-program yang mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
  • Pengembangan sumber daya manusia: Memberikan dukungan kepada kepala sekolah untuk mengembangkan kompetensi guru dan staf, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas pengajaran bagi siswa. 
3. Pengawasan dan peningkatan mutu
  • Menjaga standar mutu: Bertanggung jawab untuk memastikan standar mutu pendidikan yang tinggi melalui kepala sekolah. Ini termasuk melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja sekolah.
  • Memberikan dukungan dan arahan: Menjadi mentor bagi kepala sekolah dan memberikan arahan strategis untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan.
  • Mengembangkan inovasi: Mendorong kepala sekolah dan seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran demi meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. 
4. Pemberian dukungan non-akademik
  • Menciptakan lingkungan yang aman: Memastikan adanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa.
  • Menyediakan beasiswa: Mengalokasikan dana untuk program beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi atau yang kurang mampu, sehingga memperluas akses pendidikan berkualitas.
  • Mendukung kegiatan ekstrakurikuler: Memberikan dukungan bagi kegiatan non-akademik yang dapat mengembangkan bakat dan minat siswa. 
5. Mengelola hubungan dengan pihak eksternal
  • Membangun reputasi: Ketua yayasan berperan dalam membangun citra dan reputasi lembaga pendidikan di mata masyarakat, sehingga menarik lebih banyak siswa berkualitas.
  • Menjalin kemitraan: Membangun hubungan baik dengan orang tua, alumni, dan pihak-pihak lain untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung.