Info Sekolah
Selasa, 03 Feb 2026
  • Selamat Datang di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati
  • Selamat Datang di Yayasan Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati
11 Juli 2017

Membentuk Karakter Siswa Di Sekolah

Sel, 11 Juli 2017 Dibaca 784x
Membentuk karakter siswa di sekolah Islam adalah proses holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam seluruh aspek pendidikan, mulai dari kurikulum hingga kegiatan sehari-hari. Tujuannya adalah menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Al-Qur’an dan sunah. 
Berikut adalah beberapa metode dan strategi yang dapat diterapkan sekolah Islam untuk membentuk karakter siswa:
1. Metode keteladanan (uswatun hasanah)
Guru dan seluruh staf sekolah berfungsi sebagai teladan yang baik bagi siswa. Sikap, ucapan, dan perilaku mereka menjadi contoh nyata yang dilihat dan ditiru oleh siswa setiap hari. 
  • Praktik: Guru menunjukkan akhlak yang baik dalam interaksi sehari-hari, seperti berbicara dengan santun, menjaga kebersihan, dan disiplin dalam beribadah.
2. Pembiasaan (at-ta’wid)
Pembiasaan adalah metode yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. 
  • Praktik:
    • Ibadah rutin: Melaksanakan salat duha dan salat zuhur berjamaah di sekolah.
    • Dzikir dan doa: Membaca zikir dan doa bersama setiap pagi atau sebelum memulai pelajaran.
    • Tadarus Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an setiap hari sebelum jam pelajaran.
    • Sapa, senyum, salam: Membiasakan siswa dan guru untuk saling menyapa dengan ramah. 
3. Integrasi nilai-nilai islami dalam kurikulum
Nilai-nilai islami tidak hanya diajarkan dalam pelajaran agama, tetapi juga diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. 
  • Pendidikan Agama Islam (PAI): Guru PAI berperan penting dalam membimbing dan memotivasi siswa untuk berbuat baik. Pelajaran PAI juga menjadi landasan untuk memahami akidah, fikih, dan sejarah Islam.
  • Mata pelajaran umum:
    • Sains: Mengajarkan kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta.
    • Sejarah: Mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah para nabi dan tokoh Islam.
    • Bahasa: Melatih siswa untuk berbicara jujur dan sopan. 
4. Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan di luar kelas dapat mengasah bakat dan minat siswa sekaligus menanamkan karakter islami. 
  • Praktik:
    • Pramuka: Mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama.
    • PMR/relawan: Mengasah empati dan rasa peduli terhadap sesama.
    • Kajian keislaman: Kajian rutin, kultum, atau peringatan hari besar Islam.
    • Seni islami: Seperti hadrah, kaligrafi, atau tilawah Al-Qur’an. 
5. Penciptaan lingkungan sekolah yang religius
Sekolah harus menciptakan atmosfer yang mendukung pembentukan karakter islami secara menyeluruh. 
  • Praktik:
    • Kebersihan: Menjaga kebersihan sekolah sebagai bagian dari iman.
    • Sarana ibadah: Menyediakan tempat ibadah yang layak dan nyaman.
    • Aturan sekolah: Menerapkan aturan yang konsisten dan adil, yang disesuaikan dengan nilai-nilai islami. 
6. Keterlibatan orang tua dan masyarakat
Pembentukan karakter tidak akan optimal tanpa dukungan dari keluarga dan lingkungan. Sekolah harus menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. 
  • Praktik:
    • Seminar parenting: Mengadakan seminar untuk menyamakan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak.
    • Laporan perkembangan: Memberikan laporan berkala mengenai perkembangan karakter siswa, bukan hanya nilai akademik.
    • Kerja sama: Melibatkan orang tua dalam beberapa kegiatan sekolah yang dapat mendukung pembentukan karakter. 
7. Penggunaan teknologi secara bijak
Memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran karakter, misalnya dengan menyediakan konten islami yang mendidik. 
  • Praktik: Menggunakan aplikasi islami atau platform daring yang mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual.