Pelajaran Serta Keteladanan Dari Pahlawan
Sel, 11 Juli 2017 Dibaca 1379x
Ki Hajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Nasional Indonesia yang mendirikan sekolah Taman Siswa untuk menyediakan pendidikan bagi semua rakyat pribumi di masa penjajahan. Ia berjuang menciptakan pendidikan yang berpusat pada anak dan berakar pada budaya bangsa, serta memperkenalkan konsep “Tut Wuri Handayani”. Sebagai menteri pendidikan pertama pada tahun 1950, ia meneruskan pemikirannya untuk mewujudkan pendidikan yang merdeka dan berkeadilan.
Sembilan keteladanan Ki Hajar Dewantara meliputi kesederhanaan, pantang menyerah, tanggung jawab, berani menyuarakan kebenaran, rela berkorban, kedermawanan (memikirkan hak banyak orang), nasionalisme, kemandirian, dan mengutamakan pendidikan. Ia juga mengajarkan prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani sebagai contoh guru yang memberikan contoh, semangat, dan bimbingan.
Keteladanan dari Ki Hajar Dewantara:
-
Sederhana dan Rendah Hati:
Ia menerapkan pendidikan yang memanusiakan manusia, berfokus pada pengembangan budi pekerti, sehingga ia sendiri juga merupakan sosok yang rendah hati dan sederhana.
-
Pantang Menyerah dan Tangguh:
Meskipun diasingkan dan mengalami berbagai rintangan, ia tidak pernah menyerah dan terus memperjuangkan pendidikan untuk rakyat pribumi melalui pendirian Taman Siswa.
-
Tanggung Jawab dan Berani:
Ia berani menentang kebijakan pendidikan Hindia Belanda yang diskriminatif dan mengkritik kebijakan yang merugikan rakyat.
-
Rela Berkorban dan Nasionalis:
Pengalaman diasingkan dan perjuangan gigihnya dalam membangun Taman Siswa menunjukkan pengorbanannya untuk persatuan dan kemerdekaan Indonesia, serta nasionalisme yang mendalam.
-
Memikirkan Hak Banyak Orang (Kedermawanan):
Dasar pemikirannya dalam memajukan pendidikan adalah untuk memikirkan hak banyak orang, yaitu rakyat pribumi agar tidak mudah ditindas dan memiliki kesempatan yang sama.
-
Mandiri:
Ia mengajarkan konsep kemandirian dan berusaha menciptakan masyarakat yang tidak mudah terpengaruh oleh pihak lain, salah satunya melalui pendidikan yang luas.
-
Mengutamakan Pendidikan:
Melalui Perguruan Taman Siswa, ia menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan sebagai sarana untuk melawan penjajahan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
-
Menghargai Budaya Daerah:
Ia juga menghargai budaya lokal dan mengintegrasikannya ke dalam sistem pendidikan.
-
Menjadi Contoh yang Baik:
Prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha mengajarkan bahwa pendidik (dan pemimpin) di depan harus menjadi teladan yang baik bagi orang-orang di sekitarnya.
Prinsip Pendidikan (Trilogi) sebagai Keteladanan:
- Ing Ngarsa Sung Tuladha: (Di depan memberi contoh): Pendidik harus menjadi teladan yang baik.
- Ing Madya Mangun Karsa: (Di tengah membangun semangat): Pendidik harus mampu membangkitkan semangat dan kemauan orang lain.
- Tut Wuri Handayani: (Di belakang memberi dorongan): Pendidik harus memberikan dorongan moral dan semangat dari belakang.