SPEKTRA MA TARBIYATUL BANIN WINONG – 2 Agustus 2026 – Ponpes Madinatul Qur’an Winong
Pati – RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) PWNU Jawa Tengah bersama Madinatul Qur’an menggelar kegiatan Halaqah Sambang Pesantren di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kegiatan ini mengundang sekitar 150 pondok pesantren se-Kabupaten Pati dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta menertibkan administrasi pesantren di bawah naungan NU.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengasuh, musrif (pembina), admin pondok, kepala Madrasah Diniyah, serta pelaku media pesantren. Dalam sesi wawancara, narasumber utama, Pak Hilal (Jauhar Hilal) dari ketua panitia Halaqoh Sambang Pesantren, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program turba (turun bawah) PWNU untuk membina pondok pesantren di tingkat daerah.

Kegiatan Sambang Pesantren dikemas dalam enam halaqah dengan fokus berbeda, yaitu:
Melalui enam halaqah ini, RMI PWNU Jawa Tengah ingin memastikan bahwa pondok pesantren tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga tertib administrasi, aman dari kekerasan, dan memiliki narasi positif di mata publik. Pak Hilal mengungkapkan bahwa total pondok pesantren di Kabupaten Pati mencapai sekitar 300-an. Dalam tahap ini, RMI mengundang sekitar 150 pondok dengan target kehadiran minimal 100 pondok.
“Banyak, nggih. Kalau total keseluruhan itu ya lebih banyak lagi. Se-Pati itu kan ada sekitar 300-an pondok pesantren. Kita undang separuh, gitu. Dengan target 100 hadir,” ujar Pak Hilal.
Kehadiran ratusan pondok ini menjadi modal penting untuk membangun jejaring kuat antar-pesantren di Pati, sekaligus memastikan bahwa informasi dan kebijakan dari PWNU dan RMI dapat tersampaikan hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu pesan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjadikan pondok pesantren sebagai:
“Kegiatan ini memiliki salah satu tujuan agar pondok pesantren itu secara administrasi lengkap. Jadi tidak hanya sekedar ada kegiatan, tapi identifikasinya kurang lengkap. Jadi ini langsung nyambung ke pusat, ke pusat data NU di Jakarta,” tegas Pak Hilal.
Ia menambahkan bahwa melalui pembekalan bagi pengasuh, musrif, dan admin, diharapkan pondok pesantren benar-benar menjadi pusat penggemblengan calon pemimpin bangsa dan pemimpin agama.

Dalam kesempatan yang sama, Dewi Safitri Peserta dari ponpes Bunyanun Marshush Kajen Pati menyampaikan harapan besar terhadap dampak kegiatan ini bagi pesantren di Pati:
“Harapan saya sangat besar pada kegiatan pagi ini ya, yang dilaksanakan oleh PBNU dan RMI Jawa Tengah. Yakni semoga untuk pondok pesantren, khususnya di daerah Pati, semoga bisa lebih berkembang dan lebih maju sehingga dapat dikenal di mata dunia bahwa santri tidak hanya ngaji, namun santri juga melek teknologi.”
Harapan ini sejalan dengan beberapa rencana tindak lanjut, antara lain:
Rencana pendampingan ini melibatkan PCNU dan tokoh terkait (disebutkan nama Pak Yusuf) untuk memastikan pesantren kecil tidak tertinggal dalam proses administrasi dan legalitas.

Ibu pengasuh/perwakilan Pondok Pesantren Raudhatul Hikmah, Mojolawaran, yang menyampaikan pandangan dari sisi pengasuh pesantren.
Melalui keterlibatan pelajar dalam wawancara dan dokumentasi, kegiatan Sambang Pesantren ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran praktis bagi santri dalam bidang jurnalistik dan media, sesuai dengan semangat Halaqah Media yang digulirkan RMI.
Kegiatan Sambang Pesantren RMI PWNU Jawa Tengah di Pati menegaskan arah besar gerakan pesantren di lingkungan NU:
Dengan adanya forum berkala, grup komunikasi, dan pendampingan khusus bagi pesantren kecil, diharapkan ekosistem pesantren di Pati semakin kokoh, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keagamaannya.
Jurnalis: Eka
Penyelaras : Risda
Fotografer : Diana

Tim Spektra MA Tarbiyatul Banin
[1]: ” Transkip Wawancara Spektra MA Tarbiyatul Banin, dengan Jauhar Hilal Ketua Panitia”
[2]: “Transkip Wawancara Spektra MA Tarbiyatul Banin, dengan Dewi Safitri Peserta dari ponpes Bunyanun Marshush Kajen Pati”
[3]: “Transkip Wawancara Spektra MA Tarbiyatul Banin, dengan ibu pengasuh/perwakilan Pondok Pesantren Raudhatul Hikmah, Mojolawaran”
Tinggalkan Komentar